Milos Kerkez Buka Suara soal Andoni Iraola di Liverpool
Musim panas yang penuh kejutan dialami Milos Kerkez. Bek kiri asal Hungaria itu harus melalui berbagai momen tak terduga, mulai dari liburan singkat hingga kabar mengejutkan tentang pemecatan Arne Slot. Namun yang paling membahagiakan baginya adalah bersatu kembali dengan mantan pelatihnya, Andoni Iraola, yang kini menukangi Liverpool. Dalam wawancara eksklusif di teras hotel tim Liverpool, Kerkez mengungkapkan kegembiraannya dan keyakinannya bahwa Iraola adalah sosok yang tepat untuk membawa The Reds ke level berikutnya.


Klarifikasi: Bukan Pernikahan, tapi Tradisi Keluarga
Percakapan dimulai dengan topik ringan. Banyak yang mengira Kerkez baru saja menikah setelah fotonya mengantar seorang pengantin wanita ke gereja tersebar luas. Ia pun tertawa dan meluruskan kesalahpahaman tersebut. “Itu salah! Semua orang salah paham,” ujarnya. “Yang menikah adalah kakak tertuaku, Rade. Di Serbia, tradisinya adik laki-laki yang mengantar pengantin ke gereja. Aku hanya menjalankan tugas itu.” Kerkez memiliki dua kakak laki-laki—Rade (tertua) dan Marko (tengah)—dan ia kerap harus menjelaskan hal ini kepada rekan setim dan publik.
Kembalinya Andoni Iraola: Kejutan Besar yang Membahagiakan
Ketika mendengar bahwa Liverpool memilih Iraola sebagai pengganti Slot, Kerkez mengaku sangat senang. “Dia membantu dan meningkatkan permainanku selama dua tahun bersama di Bournemouth. Aku benar-benar bahagia, untuk diriku sendiri dan juga untuk tim. Semua orang tahu gaya sepak bola yang dimainkannya, jadi menurutku dia adalah yang paling cocok untuk Liverpool.” Hubungan keduanya sudah terjalin erat sejak Kerkez diboyong Bournemouth seharga £40 juta dan berkembang menjadi bek kiri tangguh di bawah arahan Iraola.
Gaya Latihan Intensif: ‘Konsekuensi’ yang Membentuk Karakter
Kerkez menjelaskan bahwa latihan di bawah Iraola sangat intens dan penuh tekanan. “Ini soal intensitas. Dia tidak takut memainkan satu lawan satu di seluruh lapangan, pressing tinggi, dan selalu berada di kaki depan. Jika Anda melihat kami semua terbaring kelelahan setelah latihan, Anda bisa bayangkan apa yang dia persiapkan untuk kami. Anda benar-benar membutuhkan kaki dan kondisi prima.” Salah satu metode unik Iraola adalah ‘konsekuensi’: tim yang kalah atau finis kedua dalam game internal harus lari, jumlahnya tergantung keputusan sang pelatih saat itu. “Dia intens dan menyukai detail. Sangat profesional. Kadang dia suka bicara, tapi tidak banyak. Mungkin dia tidak ingin terlalu dekat dengan pemain tertentu, menunjukkan semua orang sama,” tambah Kerkez.
Gaya Bermain yang Cocok untuk Milos Kerkez
Musim lalu di bawah Slot, Kerkez terkadang tampak terkekang dengan instruksi membangun serangan dari belakang dan full-back bergerak ke dalam. Namun dengan Iraola, ia bisa kembali ke gaya bermain terbaiknya: eksplosif di sisi sayap, underlap dan overlap. “Pelatih suka bermain dengan full-back di sepanjang garis, underlapping dan overlapping. Itu berhasil untukku di Bournemouth, jadi aku yakin akan berhasil di sini juga. Dia selalu menekankan pentingnya bertahan terlebih dahulu, dan sisanya adalah bonus. Jadi aku fokus bertahan dulu, lalu berlari maju membantu winger. Ketika kamu bekerja, kamu bebas melakukan apa yang kamu mau—aku merasa sangat bebas dengannya.” Kombinasi antara disiplin bertahan dan kebebasan menyerang inilah yang membuat Milos Kerkez dan Andoni Iraola menjadi pasangan ideal di Liverpool.
Tidak Peduli Tekanan, Punya Latar Belakang Keras
Meskipun musim lalu dianggap sulit bagi Liverpool dan Kerkez sebagai pemain baru, ia tidak gentar. “Sejujurnya, aku tidak peduli dengan tekanan. Aku tumbuh berbeda di Serbia. Misalnya, aku mulai menyetir truk saat berusia 10 tahun.” Bersama ayahnya, ia belajar mengemudi sejak kecil—ayah yang mengoper pedal sementara ia memegang setir. Pengalaman ini membentuk mentalitas bajanya. Dukungan orang tua yang pindah ke Inggris juga sangat berarti. “Ayahku ada di sini untuk kadang memukul kepalaku dan mengingatkanku. Saat kamu bermain bagus beberapa pertandingan, mungkin kamu mulai terbawa suasana. Ayahku langsung mengembalikanku ke tanah,” candanya.
Warisan Andy Robertson dan Ambisi Sendiri
Kerkez tak menampik bahwa ia dibeli untuk menggantikan legenda Liverpool, Andy Robertson, yang kini membela Tottenham. Sepanjang musim lalu, Robertson kerap memberikan nasihat, terutama tentang umpan silang dan stamina. “Dia bilang kita butuh paru-paru besar supaya bisa lari sampai besok. Kami bicara soal di mana harus menempatkan bola terakhir, fokus, dan mengangkat kepala untuk memberikan umpan silang yang lebih baik.” Meski tak ada pesan perpisahan besar saat Robertson hengkang, Kerkez menghormati jasanya. “Aku tahu apa yang Andy lakukan untuk klub. Aku tidak lari dari itu. Aku ingin membuat jalanku sendiri. Akan bekerja keras. Aku sudah menunjukkan sedikit musim lalu dan akan lebih menunjukkannya tahun ini.”
Fokus pada Masa Depan
Menjelang tur pramusim di AS, Kerkez optimis. Ia melihat bagaimana rekan setimnya, Mohamed Salah, telah mencetak 380 gol dan assist, dan itu menjadi motivasi. “Waktu berlalu cepat. Generasi baru datang dan semoga semuanya akan baik.” Dengan kehadiran Andoni Iraola yang memahami potensinya, serta dukungan penuh keluarga, Milos Kerkez siap bersinar di Liverpool dan membuktikan bahwa ia layak menjadi penerus Robertson.
Kombinasi antara gaya bermain intensif, kedekatan personal, dan kepercayaan penuh dari pelatih membuat Milos Kerkez Andoni Iraola menjadi salah satu cerita paling menarik di Liverpool musim ini. Para penggemar tentu berharap agar duet ini mampu membawa The Reds meraih sukses di berbagai ajang.
