Giovanni Leoni Liverpool mengaku tak sabar untuk segera bermain di bawah arahan pelatih baru, Andoni Iraola. Bek muda asal Italia itu mulai melewati masa terberat pemulihan cedera ACL dan kini kembali ke lapangan. Rasa antusias itu muncul setelah Leoni melakukan pembicaraan langsung dengan pelatih asal Spanyol tersebut.
Leoni bergabung dengan Liverpool dari Parma pada musim panas lalu dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 26,6 juta pound sterling atau sekitar 31 juta euro. Namun rencananya sempat terganggu oleh cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang dideritanya pada September. Akibat cedera itu, pemain berusia 19 tahun ini hanya sempat tampil satu kali bersama tim utama The Reds.


Kabar Pemulihan Giovanni Leoni Liverpool
Leoni kini mulai menjalani latihan individu di lapangan rumput, sebuah tanda kemajuan nyata dalam proses pemulihannya. Ia masih berada dalam tahap rehabilitasi, tetapi langkah dari latihan dalam ruangan menuju lapangan terbuka biasanya menjadi fase penting bagi pemain yang cedera ACL. Bek tengah berusia 19 tahun itu pun mengaku mulai melihat perkembangan positif dalam kondisinya.
Dalam wawancaranya dengan situs resmi klub, Leoni mengaku mulai melihat jalan keluar dari masa sulit yang dijalaninya. “Sekarang saya bisa melihat cahaya di ujung terowongan,” ujarnya. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa optimisme mulai menggantikan rasa khawatir di tengah proses pemulihan.
Antusiasme Giovanni Leoni terhadap Iraola
Leoni mengungkapkan bahwa ia sudah berbincang langsung dengan Iraola. Pembicaraan itu mencakup kondisi cedera dan program rehabilitasinya. Selain itu, keduanya juga melakukan analisis bersama untuk memahami gaya main yang diinginkan pelatih.
Penilaian Leoni terhadap pelatih asal Spanyol itu sangat positif. “Dia pelatih yang sangat bagus, tapi sebelumnya, dia orang yang sangat baik. Kamu bisa berbicara dengannya, dan kamu bisa memahami cara dia ingin bermain. Saya tidak sabar untuk bermain di bawahnya,” ujar Leoni. Kata-kata itu menunjukkan hubungan yang sudah terbentuk di antara mereka.
Fakta bahwa Leoni sudah merasa nyaman secara personal dengan pelatihnya menjadi modal penting dalam pemulihan. Pemain muda butuh rasa percaya dari pelatih agar bisa kembali dengan mental yang kuat. Leoni jelas mendapat kesan itu dari pembicaraan awal mereka.
Musim Lalu yang Berat bagi Liverpool
Perjalanan Liverpool pada musim 2025-26 bisa dibilang mengecewakan. The Reds finis di peringkat kelima Premier League dan gagal mempertahankan gelar juara. Hasil itu membuat mereka tertinggal jauh dari persaingan puncak.
Di Liga Champions, Liverpool tersingkir di perempat final oleh Paris Saint-Germain yang akhirnya menjadi juara turnamen. Sementara itu, di Piala FA dan Piala EFL, mereka kalah dari Manchester City dan Crystal Palace. Rincian hasil ini memperjelas betapa beratnya musim yang harus dilalui tim.
- Premier League: finis kelima
- Liga Champions: tersingkir di perempat final oleh Paris Saint-Germain
- Piala FA: kalah dari Manchester City
- Piala EFL: kalah dari Crystal Palace
Bagi Leoni, musim debutnya di Inggris tentu bukan pengalaman yang ideal. Ia hanya tampil sekali sebelum cedera dan harus menonton dari luar saat tim kesulitan. Namun pengalaman itu justru membuatnya semakin termotivasi untuk membantu Liverpool bangkit musim ini.
Target Giovanni Leoni Liverpool Musim 2026-27
Leoni punya tujuan yang jelas untuk musim 2026-27. “Targetnya selalu sama seperti tahun lalu. Yang penting, saya ingin kembali dan memenangkan sebanyak mungkin pertandingan, meraih sebanyak mungkin trofi,” kata Leoni. Ia menegaskan target tersebut lebih berbicara soal tim daripada kepentingan individu.
Sikap ini menunjukkan kedewasaan yang jarang dimiliki pemain seusianya. Leoni tidak sibuk membicarakan menit bermain atau posisi, melainkan kontribusi untuk kolektivitas tim. Dengan mental seperti ini, ia diharapkan cepat beradaptasi begitu kembali masuk skuad utama.
Laga Awal Liverpool Musim Ini
Liverpool akan memulai perjalanan mereka di Premier League 2026-27 dengan menghadapi Newcastle United pada 23 Agustus. Enam hari kemudian, tepatnya 29 Agustus, The Reds menjalani laga kandang pertama melawan Nottingham Forest. Dua pertandingan pembuka itu bakal menjadi ujian awal bagi konsistensi tim asuhan Iraola.
Belum diketahui apakah Leoni akan tersedia pada laga-laga tersebut. Namun kembalinya ia ke lapangan latihan memberi sinyal positif bagi lini belakang Liverpool. Para pendukung tentu berharap bek muda itu bisa segera merasakan atmosfer kompetitif bersama rekan-rekannya.
Leoni masih butuh waktu untuk memulihkan kebugarannya sepenuhnya, tapi optimisme dan dukungan pelatih sudah terlihat jelas. Situasi ini bisa menjadi awal yang baik bagi bek muda Italia itu dan juga Liverpool musim depan. Jika pemulihannya berjalan lancar, bukan tidak mungkin Giovanni Leoni Liverpool kembali menjadi nama penting di lini belakang The Reds.
