Ederson Batal ke Manchester United: ‘Saya Jujur Tak Tahu’

Ederson batal ke Manchester United, dan gelandang Atalanta itu mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik gagalnya transfer tersebut. Pemain asal Brasil ini sebelumnya dilaporkan akan bergabung dengan Setan Merah dalam kesepakatan senilai £38 juta (€45 juta) pada Juni lalu. Akan tetapi, rencana kepindahannya ke Old Trafford urung terwujud setelah Manchester United mengklaim menemukan masalah signifikan pada lututnya saat menjalani tes medis.

Kegagalan transfer ini menjadi kejutan besar, terutama karena Ederson sebelumnya sudah dianggap hampir pasti berseragam Manchester United. Ia sempat dipanggil untuk memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia, sehingga proses kepindahannya harus tertunda hingga turnamen usai. Setelah hasil tes medis yang mengecewakan, The Red Devils pun memilih mundur dari kesepakatan, sementara Atalanta justru bergerak cepat mengamankan masa depan sang pemain dengan kontrak baru hingga Juni 2031.

Ederson Ederson

Kronologi Batalnya Transfer Ederson ke Manchester United

Kesepakatan antara Manchester United dan Atalanta sejatinya sempat berjalan mulus pada awal Juni. Nilai transfer yang disepakati mencapai £38 juta (€45 juta), dan Ederson pun disebut-sebut bakal menjadi rekrutan baru di lini tengah Setan Merah. Namun, panggilan untuk membela Brasil di Piala Dunia membuat proses administrasi dan tes medis harus ditunda hingga turnamen berakhir.

Begitu kembali dari Piala Dunia, Ederson langsung menjalani tes medis yang seharusnya menjadi tahap akhir sebelum kepindahannya diresmikan. Manchester United kemudian mengklaim menemukan masalah signifikan pada lutut sang pemain, sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan transfer. Klaim ini membuat pihak Atalanta terkejut, dan direktur olahraga mereka, Cristiano Giuntoli, mengakui bahwa La Dea sempat tercengang dengan keputusan tersebut.

Atalanta pun tidak tinggal diam setelah mendengar kabar mengejutkan itu. Giuntoli menegaskan bahwa klub sedang berupaya mempertahankan Ederson untuk jangka panjang, dan upaya itu akhirnya membuahkan hasil berupa kontrak baru berdurasi hingga Juni 2031. Pengumuman perpanjangan kontrak ini bahkan disertai unggahan resmi Atalanta di media sosial dengan pesan “Nuovi capitoli da scrivere insieme” atau “masih banyak babak untuk ditulis bersama”.

Pengakuan Ederson: Tes Medis Berjalan Lancar

Ederson sendiri mengaku sama sekali tidak memahami alasan di balik batalnya kepindahannya ke Manchester United. Dalam wawancara dengan Sky Italia, ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian tes medis yang dijalaninya berjalan dengan baik. “Saya jujur tidak tahu apa yang terjadi. Tesnya berjalan lancar, saya tidak tahu apa yang berubah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ederson menyebut bahwa ia selalu memiliki ketertarikan dari sejumlah klub lain dan bahkan bisa saja bergabung dengan klub Inggris yang berbeda. Namun, pada akhirnya ia memilih bertahan di Atalanta karena hubungan yang sudah terjalin baik selama ini. “Saya sudah empat tahun di Atalanta dan selalu bermain. Saya bisa saja menunggu dan melihat apa yang terjadi, tetapi hubungan yang baik dengan klub meyakinkan saya untuk bertahan dan menandatangani kontrak baru,” tambahnya.

Dampak Kegagalan Transfer bagi Manchester United dan Atalanta

Batalnya transfer Ederson memaksa Manchester United mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah. Setan Merah telah menyelesaikan transfer Youri Tielemans dan Andrey Santos guna memperkuat tim asuhan Michael Carrick. Selain itu, Carlos Baleba dari Brighton juga dikabarkan semakin dekat untuk bergabung dengan klub asal Manchester tersebut.

Di sisi lain, Atalanta justru berada di posisi yang lebih diuntungkan. Dengan bertahannya Ederson, klub asal Italia itu tidak kehilangan salah satu pemain kunci di sektor tengah, sekaligus mendapatkan kepastian kontrak jangka panjang untuk merancang komposisi skuad ke depan. Keberhasilan mempertahankan sang gelandang juga menjadi sinyal positif bagi para pendukung La Dea yang sempat khawatir kehilangan pemain andalan mereka.

Bagi Ederson sendiri, bertahan di Atalanta memberikan kesempatan untuk terus tampil reguler di kompetisi Serie A. Ia juga tetap memiliki peluang untuk mempertahankan tempatnya di skuad Timnas Brasil, terlebih performanya sepanjang musim 2025-26 terbilang konsisten. Meski gagal pindah ke Liga Inggris pada musim panas ini, bukan tidak mungkin tawaran serupa akan kembali datang di bursa transfer mendatang.

Catatan Impresif Ederson di Atalanta

Ederson bergabung dengan Atalanta dari Salernitana pada 2022 dan langsung menjadi bagian penting dari skuad. Secara keseluruhan, ia telah mencatatkan 182 penampilan di semua kompetisi bersama La Dea dengan koleksi 16 gol. Ia juga turut mengantarkan Atalanta meraih gelar juara Liga Europa pada musim 2023-24.

Pada musim 2025-26, kontribusi Ederson terhadap permainan tim juga terlihat dari sejumlah catatan statistik berikut:

  • Menjadi pemain Atalanta yang paling sering memenangkan penguasaan bola dengan total 189 kali.
  • Mencatatkan umpan terbanyak keempat di antara rekan setimnya dengan total 1.849 umpan.
  • Memiliki sentuhan bola terbanyak keempat dengan 2.432 sentuhan.

Peran penting Ederson di dalam tim semakin terlihat pada musim ini, di mana ia dipercaya memakai ban kapten. Dalam dua laga pembuka musim, ia memimpin Atalanta, termasuk saat mengalahkan Sassuolo 2-1 pada laga pembuka Serie A. Kepercayaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya posisi Ederson di mata klub dan rekan-rekan setimnya.

Kesimpulan

Batalnya transfer Ederson ke Manchester United memang menyisakan teka-teki yang mungkin tidak akan pernah benar-benar terjawab. Namun, dari kegagalan ini justru lahir kepastian baru: Atalanta berhasil mengunci salah satu gelandang terbaiknya dengan kontrak jangka panjang hingga 2031. Bagi Ederson, keputusan bertahan di Bergamo bisa menjadi awal dari babak baru yang lebih manis dalam kariernya.

Dengan kualitas dan konsistensi yang sudah ia tunjukkan selama empat tahun terakhir, wajar jika klub-klub besar Eropa masih akan meminatinya di masa depan. Untuk saat ini, Ederson tampaknya akan fokus membawa Atalanta bersaing di papan atas Serie A, sembari berharap kisah transfer yang membingungkan itu menjadi pelajaran berharga. Seperti yang ditulis Atalanta dalam unggahan resminya, masih banyak babak yang layak untuk ditulis bersama.