Xavi Hernandez resmi diperkenalkan sebagai pelatih Belanda yang baru dalam sebuah seremoni di markas federasi di Zeist. Pria asal Spanyol itu mengaku siap memikul tekanan besar sebagai nahkoda Oranje. “Saya merasa tekanan ini, tetapi saya justru menyukainya. Saya seorang pemenang,” tegasnya di hadapan awak media.
Xavi telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun untuk menggantikan Ronald Koeman yang didepak setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Ia menjadi pelatih asing pertama Belanda sejak Ernst Happel pada musim 1977-1978. Dengan pengalaman panjang di level tertinggi, baik sebagai pemain maupun pelatih, Xavi diharapkan mampu membawa karakter baru bagi skuad Oranje.


Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda
Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi mengumumkan penunjukan Xavi setelah pelatih asal Spanyol itu meneken kontrak pada awal bulan ini. Keputusan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di sepak bola Eropa, mengingat nama Xavi sebelumnya tidak pernah masuk dalam daftar kandidat utama. Namun, KNVB dinilai mengambil langkah berani dengan memercayakan kursi panas ini kepada eks gelandang Barcelona tersebut.
“Saya paham bahwa saya orang asing di sini, tetapi saya belajar banyak dari cara bermain Belanda. Saya ingin mengembalikan semua ilmu itu kepada federasi ini,” kata Xavi dalam konferensi pers perkenalannya. Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan membantu para pemain dan staf. “Saya di sini untuk menciptakan keluarga besar demi meraih kemenangan. Itulah tujuan utama kami sebagai staf, terutama saya sebagai pelatih kepala,” tambahnya.
Koeman Didepak Setelah Kegagalan di Piala Dunia 2026
Ronald Koeman didepak dari kursi pelatih untuk kedua kalinya setelah Belanda tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026. Oranje harus mengakui keunggulan Maroko melalui adu penalti di babak 32 besar turnamen. Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Belanda yang menargetkan hasil lebih baik di ajang sebesar itu.
Setelah kepergian Koeman, KNVB langsung melakukan perburuan pelatih baru dengan mengaitkan sejumlah nama besar. Beberapa kandidat yang sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Belanda antara lain:
- Erik ten Hag, pelatih asal Belanda;
- Arne Slot, pelatih asal Belanda yang juga masuk bursa kandidat;
- Roberto Martinez, mantan pelatih Belgia dan Portugal.
Menariknya, Martinez dan Xavi sama-sama berasal dari Spanyol, dan pada akhirnya justru Xavi yang terpilih mengisi kursi tersebut. Keputusan ini pun dianggap cukup mengejutkan, tetapi sekaligus menunjukkan ambisi KNVB untuk menghadirkan angin segar. Publik kini menantikan bagaimana Xavi akan menerjemahkan filosofinya di timnas yang sarat sejarah ini.
Filosofi Total Football yang Dekat dengan Xavi
Xavi bukan nama asing bagi filosofi total football yang menjadi identitas sepak bola Belanda. Sejak era Rinus Michels dan Johan Cruyff, pendekatan ini ikut membentuk wajah Barcelona, klub tempat Xavi menghabiskan sebagian besar karier bermainnya. Bukan tanpa alasan jika ia mengaku sebagai penggemar gaya bermain yang mengedepankan penguasaan bola dan inisiatif menyerang tersebut.
Kecintaannya pada total football membuat Xavi percaya diri menghadapi tugas baru ini. Ia ingin menularkan pemahaman tersebut kepada para pemain Oranje yang dianggapnya memiliki banyak talenta. “Saya sangat percaya pada para pemain, dan saya sangat antusias untuk memulai,” ujarnya.
Rekam Jejak Xavi di Barcelona dan Timnas Spanyol
Sebelum menerima tawaran KNVB, Xavi sempat vakum dari dunia kepelatihan sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. Selama membesut Blaugrana, ia sukses mempersembahkan gelar LaLiga dan Supercopa de España pada musim 2022-2023. Catatan statistiknya bersama tim utama Barcelona juga tergolong mengesankan.
- 142 pertandingan di semua kompetisi;
- 90 kemenangan, 23 hasil imbang, dan 29 kekalahan;
- persentase kemenangan mencapai 62,7 persen.
Sebagai pemain, Xavi juga memiliki ikatan historis dengan Belanda. Ia menjalani debut bersama Timnas Spanyol dalam laga persahabatan melawan Oranje pada 2000. Sepuluh tahun kemudian, ia ikut mengangkat trofi Piala Dunia 2010 setelah Spanyol mengalahkan Belanda di partai final yang digelar di Afrika Selatan.
Laga Perdana: Hadapi Jerman di Nations League
Kontrak empat tahun yang diteken Xavi berarti ia akan menangani Belanda pada kampanye Euro 2028 sekaligus memimpin tim menuju Piala Dunia 2030. Namun, tugas pertamanya jauh lebih dekat daripada itu. Debutnya sebagai pelatih Belanda akan dimulai di ajang Nations League melawan Jerman pada 24 September.
Xavi bertekad menyuntikkan energi baru ke dalam skuad yang baru saja menelan kekecewaan di Piala Dunia. Ia ingin membangun tim yang berani mendominasi permainan dan mengambil inisiatif dengan penguasaan bola. “Kami memiliki banyak pemain bertalenta, tetapi yang terpenting bagi saya adalah menciptakan tim, membangun grup, dan menghadirkan sepak bola yang berani untuk menguasai pertandingan,” jelasnya.
Selain aspek taktik, Xavi juga menekankan pentingnya mentalitas dan identitas tim. Ia ingin publik melihat Belanda tampil dengan gairah, hasrat, dan ambisi di setiap laga. “Kami di sini untuk bersaing, menikmati, dan menang. Saya tegaskan, kami di sini untuk menang,” pungkasnya.
Penunjukan Xavi sebagai pelatih Belanda menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Eropa musim ini. Dengan rekam jejak yang mentereng, ia membawa optimisme baru bagi Oranje yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan. Ujian pertamanya melawan Jerman akan menjadi indikator awal sejauh mana filosofinya bisa diterapkan di timnas.
Bagi publik Belanda, sosok yang dulu menjadi rival di final Piala Dunia 2010 kini justru diharapkan menjadi arsitek kebangkitan mereka. Xavi sendiri mengaku siap memikul tanggung jawab besar yang diembannya. Jika berhasil mengembalikan kejayaan total football, namanya berpeluang tercatat sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Timnas Belanda.
