Manajer Nottingham Forest, Oliver Glasner, menegaskan bahwa dirinya merasa “santai” jelang laga Nottingham Forest vs Tottenham Hotspur di Premier League akhir pekan ini. Ia mengaku tidak khawatir dengan performa timnya yang belum meraih kemenangan kompetitif sejak dirinya ditunjuk sebagai pelatih. Menurut Glasner, ketenangan justru menjadi kunci untuk keluar dari tren negatif yang sedang membayangi tim asuhannya.
Sikap ini muncul di tengah tekanan yang cukup berat. Forest baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pembuka Premier League musim 2026-27 dan sudah tersingkir dari ajang EFL Cup. Situasi itu tentu tidak ideal bagi pendukung The Tricky Trees, tetapi Glasner memilih untuk tidak larut dalam kekhawatiran.


Glasner Santai Meski Catatan Tim Kurang Meyakinkan
Glasner menyampaikan pernyataan tersebut menjelang pertandingan penting melawan Spurs di City Ground. Ia menegaskan bahwa target setiap pertandingan selalu sama, yaitu meraih kemenangan, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri. “Kesempatan berikutnya adalah pada Sabtu. Pada akhirnya, pendekatannya selalu sama – keluar dan menangkan pertandingan. Terutama di depan para penggemar Anda di kandang,” ujar Glasner.
Pelatih asal Austria itu juga mengingatkan bahwa keinginan yang berlebihan untuk menang justru bisa menjadi bumerang. “Tetapi kadang-kadang, jika Anda terlalu menginginkannya, hasilnya justru berlawanan arah. Mainkan sepak bola terbaik yang kami bisa, dan kemudian kami punya peluang terbesar untuk meraih kemenangan,” tambahnya. Ia pun meminta semua pihak tidak terlalu memikirkan rekor, baik secara positif maupun negatif, karena hal itu dapat menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.
“Saya cukup santai menghadapi rekor negatif ini, dan saya berharap Anda tidak perlu menanyakannya lagi kepada saya lain kali,” kelakar Glasner. Sikap tenang ini menjadi sinyal bahwa ia ingin fokus membangun permainan tim, bukan terjebak dalam tekanan. Ia percaya hasil positif akan datang dengan sendirinya jika para pemain mampu tampil lepas dan menjalankan instruksi dengan disiplin.
Awal Musim yang Berat bagi Nottingham Forest
Catatan Forest pada awal musim 2026-27 memang jauh dari harapan. Pada laga perdana, tim asuhan Glasner takluk 1-0 dari Leeds United, sebelum kemudian bermain imbang 2-2 melawan Liverpool pekan lalu. Hasil tersebut membuat The Tricky Trees hanya mengoleksi satu poin dari dua laga pembuka Premier League.
Selain tampil buruk di liga, Forest juga sudah tersingkir dari EFL Cup. Mereka kembali dikalahkan Leeds pada babak kedua kompetisi piala tersebut. Alhasil, Glasner masih menunggu kemenangan kompetitif pertamanya sejak resmi menangani klub.
Yang lebih mengkhawatirkan, performa kandang Forest dalam 12 laga terakhir terbilang buruk. Tim ini hanya memenangkan satu dari 12 pertandingan kandang di Premier League, dengan rincian tujuh hasil imbang dan empat kekalahan. Satu-satunya kemenangan itu diraih saat membungkam Burnley 4-1 pada April lalu.
Tottenham Juga Terpuruk dan Datangkan Mudryk
Di sisi lain, Tottenham justru berada dalam situasi yang lebih sulit. Spurs saat ini menjadi juru kunci klasemen Premier League setelah takluk 3-0 dari Brentford dan kalah 2-0 dari Newcastle United. Mereka juga menjadi salah satu dari tiga tim yang belum mencetak gol di liga musim ini, bersama Aston Villa dan Coventry City.
Menariknya, Spurs belum pernah melewati tiga laga liga tanpa mencetak gol sejak November 2021. Sementara itu, satu-satunya musim dalam sejarah liga ketika mereka gagal mencetak gol pada tiga pertandingan pembuka adalah 1974-75. Catatan itu tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuad asuhan Roberto De Zerbi menjelang laga melawan Forest.
Menjelang pertandingan ini, Tottenham juga mengambil keputusan mengejutkan dengan mencoret Richarlison dari skuad Premier League mereka. Penyerang asal Brasil itu dikabarkan akan segera pindah ke Trabzonspor. Sebagai pengganti, Spurs berhasil mendatangkan dua pemain baru sebelum penutupan bursa transfer, salah satunya adalah Mykhailo Mudryk yang dipinjam dari Chelsea.
Mudryk: De Zerbi Adalah “Ayah Sepak Bola” Saya
Kepindahan Mudryk ke Tottenham mempertemukannya kembali dengan De Zerbi, pelatih yang pernah membimbingnya di Shakhtar Donetsk. Winger asal Ukraina itu pun tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Saya sangat bersemangat untuk bersatu kembali dengan Roberto De Zerbi. Dia adalah ayah sepak bola saya,” kata Mudryk kepada SPURSPLAY.
Mudryk mengaku memiliki kepercayaan penuh kepada sang pelatih. “Saya percaya padanya, saya mempercayainya. Jika dia membutuhkan saya, saya selalu di sini. Saya tahu apa yang dia inginkan dari saya, dan bersamanya, saya selalu merasa berkembang,” ujarnya.
Menurut Mudryk, De Zerbi mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap pemainnya. “Dia bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri Anda, dan menempatkan Anda di jalur yang tepat untuk mengembangkan keterampilan dan permainan Anda. Gaya bermainnya yang cerdas, ofensif, dan dominan sangat cocok untuk semua pemain penyerang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa De Zerbi adalah pelatih yang sangat krusial dalam perjalanan kariernya. “Dia menuntut yang terbaik dari para pemainnya. Itulah mengapa Anda bisa tampil dengan kualitas terbaik. Saya pikir dia adalah pelatih yang sangat penting dalam karier saya, yang telah memahami potensi saya, meski belum 100 persen. Saya pikir dia tahu cara mengembangkannya lebih jauh lagi,” tandasnya.
Nottingham Forest vs Tottenham: Duel Gibbs-White dan Solanke
Persaingan individu diprediksi akan ikut menentukan hasil akhir laga ini. Morgan Gibbs-White menjadi tumpuan tuan rumah setelah tampil impresif sepanjang tahun 2026. Ia tercatat terlibat dalam 17 gol di Premier League sepanjang tahun kalender ini, dengan rincian 13 gol dan empat assist.
Catatan tersebut menempatkan Gibbs-White sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak kedua di liga sepanjang 2026, hanya kalah dari Bruno Fernandes yang mencatatkan 22 keterlibatan gol. Yang lebih impresif, 13 gol yang ia cetak menjadi jumlah terbanyak di kompetisi ini sepanjang tahun berjalan. Ketajaman inilah yang akan coba dimanfaatkan Forest untuk membongkar pertahanan Spurs.
Di kubu tamu, Dominic Solanke menjadi pemain yang patut diwaspadai lini belakang Forest. Mantan penyerang Bournemouth itu terlibat dalam enam gol hanya dalam empat laga melawan Forest di City Ground, dengan rincian empat gol dan dua assist. Termasuk di dalamnya satu-satunya hat-trick dalam karier seniornya yang ia cetak saat membela Bournemouth pada Desember 2023.
Rekor Pertemuan dan Prediksi Hasil Laga
Dilihat dari catatan pertemuan, Forest sebenarnya unggul atas Spurs dalam beberapa tahun terakhir. The Tricky Trees memenangkan empat pertandingan Premier League beruntun melawan Tottenham, meski belum pernah mencatatkan lima kemenangan beruntun atas lawan yang sama. Sementara itu, Spurs sempat menang 2-0 di City Ground pada musim 2022-23 dan 2023-24, tetapi dua kunjungan terakhir mereka justru berakhir dengan kekalahan 0-1 dan 0-3.
Selain data pertemuan, tren kedua manajer juga menarik untuk disimak. Glasner pernah melalui 12 pertandingan Premier League tanpa kekalahan bersama Crystal Palace antara April dan September 2025. Namun sejak Oktober tahun itu, hanya Scott Parker yang mencatat kekalahan lebih banyak, yaitu 18, dibandingkan pelatih asal Austria tersebut yang sudah menelan 16 kekalahan.
Berdasarkan simulasi Opta, peluang kemenangan Nottingham Forest dalam laga ini tercatat sebesar 39,5 persen. Sementara itu, peluang Spurs untuk membawa pulang tiga poin hanya 33,4 persen, dan sisanya 27,1 persen untuk hasil imbang. Dengan prediksi skor akhir yang mengarah pada hasil seri, laga ini berpotensi berjalan ketat dan sulit ditebak.
Pertandingan Nottingham Forest vs Tottenham jelas menjadi momen krusial bagi kedua tim yang sama-sama mengawali musim dengan buruk. Glasner datang dengan ketenangan dan keyakinan bahwa permainan terbaik akan membawa hasil positif. Di sisi lain, Spurs dengan skuad yang diperbarui dan motivasi Mudryk tentu tidak ingin kembali pulang dengan tangan hampa.
Satu hal yang pasti, laga di City Ground ini akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas bagi kedua kubu. Siapa pun yang mampu mengelola tekanan dengan lebih baik, dialah yang berpeluang besar keluar sebagai pemenang. Akankah rekor negatif Glasner berakhir, atau justru Spurs yang memutus puasa gol mereka?
