Edisi 2026-27 UEFA Nations League mulai bergulir pada Kamis ini, dan seperti edisi-edisi sebelumnya, setiap tim nasional Eropa akan bertanding di salah satu dari empat divisi yang tersedia. Format UEFA Nations League dirancang bukan hanya untuk mengisi kalender internasional, tetapi juga menghadirkan promosi, degradasi, dan jalur tambahan menuju turnamen besar.
Ajang ini pertama kali digelar pada 2018 dan sejak itu menjadi bagian tetap kalender sepak bola Eropa. Karena sistemnya cukup berlapis, banyak penggemar masih bertanya-tanya bagaimana kompetisi ini bekerja dan siapa saja yang tergabung di setiap liga. Pertanyaan semacam itulah yang coba dijawab BBC Sport melalui tim Ask Me Anything mereka.


Bagaimana Format Dasar UEFA Nations League Bekerja?
Dalam kompetisi ini, seluruh peserta dibagi ke dalam empat divisi yang disebut liga, mulai dari Liga A sebagai kasta teratas hingga Liga D di kasta paling bawah. Setiap edisi mempertandingkan promosi dan degradasi, sehingga posisi sebuah negara bisa naik atau turun tergantung performanya sepanjang kampanye. Sistem ini membuat setiap pertandingan tetap punya bobot, meski tidak ada trofi yang diperebutkan di setiap laga.
Di dalam masing-masing liga, tim-tim dipisahkan lagi ke grup-grup yang lebih kecil. Liga A, B, dan C masing-masing terbagi menjadi empat grup yang berisi empat tim, sedangkan Liga D hanya diikuti enam tim secara keseluruhan. Karena jumlah pesertanya jauh lebih sedikit, grup di Liga D otomatis berisi tiga tim, bukan empat seperti di liga lainnya.
Fase grup berlangsung antara September hingga November. Di periode itu, setiap tim menghadapi seluruh lawan di grupnya masing-masing dua kali, yaitu sekali di kandang dan sekali di kandang lawan. Dengan format kandang-tandang tersebut, tim di Liga A, B, dan C memainkan enam pertandingan grup dalam satu kampanye.
Promosi, Degradasi, dan Jalur Play-off
Di Liga A, dua tim terbaik dari tiap grup berhak melaju ke perempat final yang digelar pada kampanye yang sama. Dari delapan tim yang tersisa itu, digelar turnamen sistem gugur untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara keseluruhan Nations League. Artinya, gelar juara hanya bisa diraih oleh tim yang bermain di kasta teratas.
Sementara itu, di Liga B, C, dan D, setiap juara grup berhak naik satu tingkat ke liga di atasnya. Sebaliknya, tim yang finis di dasar klasemen grup pada Liga A, B, dan C harus turun satu kasta. Proses naik-turun ini berlaku di setiap kampanye, sehingga komposisi liga bisa berubah cukup signifikan dari satu edisi ke edisi berikutnya.
Selain promosi dan degradasi otomatis, ada pula jalur play-off yang melibatkan tim peringkat dua dan peringkat tiga. Tim yang finis kedua di grup Liga B, C, dan D akan masuk ke play-off degradasi menghadapi tim yang finis ketiga di grup Liga A, B, dan C. Laga-laga inilah yang menentukan siapa yang bertahan di kastanya dan siapa yang harus turun.
Jadwal play-off tersebut tersebar di dua jendela pertandingan internasional pada 2027. Pada jeda internasional Maret 2027, digelar perempat final Liga A serta play-off degradasi antara Liga A/B dan Liga B/C. Adapun semifinal dan final Nations League berlangsung pada jeda internasional Juni 2027, bersamaan dengan play-off Liga C/D.
Pembagian Tim di Setiap Liga
Komposisi peserta edisi 2026-27 sudah ditetapkan, dan nama-nama besar Eropa tersebar di Liga A. Sementara itu, sejumlah tim yang biasa tampil di putaran final turnamen besar harus memulai perjuangan dari kasta yang lebih rendah.
Liga A
- Grup A1: Prancis, Italia, Belgia, Turki
- Grup A2: Jerman, Belanda, Serbia, Yunani
- Grup A3: Spanyol, Kroasia, Inggris, Republik Ceko
- Grup A4: Portugal, Denmark, Norwegia, Wales
Liga B
- Grup B1: Skotlandia, Swiss, Slovenia, Makedonia Utara
- Grup B2: Hungaria, Ukraina, Georgia, Irlandia Utara
- Grup B3: Israel, Austria, Republik Irlandia, Kosovo
- Grup B4: Polandia, Bosnia dan Herzegovina, Rumania, Swedia
Liga C
- Grup C1: Albania, Finlandia, Belarus, San Marino
- Grup C2: Montenegro, Armenia, Siprus, Latvia
- Grup C3: Kazakhstan, Slovakia, Kepulauan Faroe, Moldova
- Grup C4: Islandia, Bulgaria, Estonia, Luksemburg
Liga D
- Grup D1: Gibraltar, Malta, Andorra
- Grup D2: Lituania, Azerbaijan, Liechtenstein
Kaitan Nations League dengan Kualifikasi Piala Dunia dan Euro
Penampilan bagus di Nations League juga memberi keuntungan tersendiri bagi peluang sebuah negara lolos ke Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa. Namun perlu dicatat, jalur ini tidak bisa membuat sebuah tim lolos langsung ke turnamen besar hanya bermodal hasil di Nations League. Posisi Nations League lebih sebagai penguat peluang, bukan tiket otomatis.
Mekanisme yang berlaku untuk Euro 2028 memberi gambaran jelas soal hal ini. Tim-tim berperforma terbaik di Nations League yang gagal lolos ke Euro 2028 melalui jalur kualifikasi reguler akan masuk ke play-off untuk memperebutkan sisa tempat di turnamen tersebut. Dengan kata lain, hasil di kompetisi ini bisa menjadi jaring pengaman bagi tim yang tersandung di kualifikasi.
Bagi tim-tim kecil maupun menengah, aturan seperti ini punya arti besar. Mereka mendapat kesempatan kedua yang sebelumnya sulit didapat jika hanya mengandalkan kualifikasi konvensional. Namun karena tiketnya terbatas, persaingan di play-off tetap ketat dan tidak menjamin apa pun.
Nations League di Benua Lain dan Versi Sepak Bola Putri
Format kompetisi serupa juga dipakai UEFA untuk sepak bola putri, dengan struktur liga dan mekanisme promosi-degradasi yang mirip versi putra. Di luar Eropa, kompetisi Nations League juga digelar di kawasan Asia serta Amerika Utara dan Amerika Tengah. Artinya, konsep ini sudah menyebar ke beberapa konfederasi berbeda dengan penyesuaian masing-masing.
Untuk Amerika Selatan, belum ada Nations League putra yang berdiri sendiri. Namun laporan pada akhir 2025 menyebutkan bahwa konfederasi sepak bola kawasan itu, CONMEBOL, tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan kompetisi setara. Meski begitu, sepak bola putri Amerika Selatan sudah memiliki Nations League sendiri.
Adapun Afrika dan Oseania, dua konfederasi kontinental lainnya, tercatat belum menyelenggarakan kompetisi Nations League. Dengan demikian, peta penyelenggaraan ajang ini masih terpusat di Eropa, Asia, dan Amerika Utara serta Tengah, plus satu versi putri di Amerika Selatan.
Kesimpulan
Secara garis besar, edisi 2026-27 UEFA Nations League mempertemukan negara-negara Eropa dalam empat kasta yang saling terhubung lewat promosi, degradasi, dan play-off. Liga A memperebutkan gelar juara melalui perempat final hingga final, sementara Liga B, C, dan D menjadi ajang perebutan tempat di kasta yang lebih tinggi. Jadwal pentingnya jatuh pada jeda internasional Maret dan Juni 2027.
Karena hasilnya juga berpengaruh pada peluang lolos ke turnamen besar, kompetisi ini layak diikuti lebih dari sekadar laga pengisi kalender. Bagi penggemar, memahami formatnya membuat setiap pertandingan terasa lebih bermakna, termasuk ketika tim favorit harus berjuang menghindari degradasi atau mengejar tiket play-off.
