Kemenangan Inter Milan atas Juventus di Laga Pramusim
Inter Milan tampil dominan sepanjang laga dan unggul lebih dulu melalui gol Federico Dimarco pada menit ke-20. Keunggulan itu kemudian diperbesar oleh Andy Diouf hanya empat menit setelah ia masuk menggantikan Alessandro Bastoni di babak kedua. Juventus sempat memberikan perlawanan lewat gol Francisco Conceicao pada menit ke-85, tetapi itu hanya mampu memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Di sisa waktu yang ada, Juventus nyaris menyamakan skor. Kiper Inter, Josep Martinez, melakukan penyelamatan satu lawan satu yang krusial untuk menggagalkan peluang Kerim Alajbegovic yang sedang menjalani debutnya. Sementara itu, klaim penalti Randal Kolo Muani pada masa injury time juga ditolak wasit.


Secara statistik, Inter mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,5 dari 15 tembakan, sedangkan Juventus hanya mengumpulkan 1,0 dari delapan percobaan. Angka ini mempertegas dominasi Inter, meski Chivu masih merasa timnya bisa tampil jauh lebih baik. Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan Nerazzurri di pramusim menjadi empat laga beruntun.
Pengakuan Blak-blakan Chivu: “Kami Belum Siap”
Meski menang, Cristian Chivu tidak sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya. Kepada Sky Sport Italia, ia menegaskan bahwa Inter Milan belum siap tampil kompetitif dan masih membutuhkan waktu untuk mencapai ketajaman terbaik. “Kami selalu bisa berbuat lebih baik, setidaknya kami menyelesaikan tur tanpa cedera. Kami belum siap, kami butuh beberapa pekan lagi untuk mendapatkan ketajaman itu,” ujarnya.
Yang menarik, pelatih asal Rumania itu justru mengkritik penampilan Inter di babak kedua. Menurutnya, pendekatan yang ditunjukkan para pemain setelah turun minum jauh dari kata memuaskan. “Anda bicara tentang performa babak pertama, tetapi saya sama sekali tidak menyukai babak kedua. Tidak sedikit pun, terutama pendekatannya,” tegas Chivu.
Chivu juga menegaskan bahwa timnya harus menemukan lebih banyak solusi di lapangan. Ia mengakui bahwa gol kedua Inter justru tercipta saat Juventus sedang berada dalam tekanan terbaiknya. Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa masih ada banyak hal yang perlu dibenahi sebelum musim resmi dimulai.
Ujian Berikutnya: Real Betis dan Laga Pembuka Melawan Monza
Sebelum memulai petualangan di Serie A, Inter masih punya satu agenda uji coba lagi, yakni menghadapi Real Betis pada pekan depan. Laga ini akan menjadi pemanasan terakhir sekaligus ujian penentu kesiapan tim. Dengan kata lain, seluruh persiapan Inter harus tuntas sebelum kompetisi resmi bergulir.
Selama tur pramusim, Inter sudah mengalahkan sejumlah lawan berat, termasuk AC Milan dan Manchester City. Namun, kemenangan atas Manchester City baru didapat melalui adu penalti setelah skor imbang 1-1 di waktu normal. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Inter punya kedalaman skuat, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Perjalanan Inter musim ini akan menjadi ujian besar mengingat status mereka sebagai juara bertahan Serie A. Persaingan diprediksi semakin ketat dengan Juventus yang kini ditangani Luciano Spalletti diprediksi bangkit. Chivu sendiri memuji kekuatan Juventus dan menyebut tim tersebut akan bersuara di musim ini.
Pujian Chivu untuk Andy Diouf
Salah satu sorotan dalam laga melawan Juventus adalah penampilan Andy Diouf yang tampil sebagai pemain pengganti. Ia berhasil mencetak gol ketiganya selama pramusim dan langsung mengubah dinamika permainan Inter di sisi kiri serangan. Gol tersebut sekaligus menjadi bukti ketajaman Diouf yang terus meningkat.
Meski baru dimainkan pada menit ke-58, Diouf menunjukkan energi luar biasa. Ia memenangkan kembali penguasaan bola sebanyak lima kali, lebih banyak daripada pemain Inter mana pun dalam laga tersebut. Catatan ini menjadi sinyal positif bagi Diouf yang musim lalu hanya mendapat 480 menit bermain di Serie A dari 19 penampilan.
Chivu pun mengapresiasi perkembangan Diouf dalam beberapa pekan terakhir. “Saya melihat peningkatan dalam beberapa minggu terakhir, jadi saya senang dengannya,” kata Chivu. Jika terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin Diouf menjadi salah satu senjata rahasia Inter musim ini.
Juventus di Bawah Luciano Spalletti: Ancaman Nyata?
Kekuatan Juventus musim ini layak diperhitungkan. Untuk pertama kalinya, Bianconeri akan menjalani satu musim penuh di bawah arahan Luciano Spalletti, yang mengambil alih tim pada Oktober tahun lalu. Pada musim pertamanya yang parsial, Spalletti hanya mampu membawa Juventus finis di posisi keenam.
Itu merupakan kali kedua dalam empat musim terakhir Juventus gagal menembus empat besar. Padahal, sebelumnya Bianconeri selalu finis di posisi keempat atau lebih tinggi dalam 11 musim beruntun. Meski begitu, Chivu menilai Juventus tetap tim yang solid dan terlatih dengan baik.
“Saya pikir mereka adalah tim bagus yang terlatih dengan baik. Laga pramusim tidak banyak berarti; kami mencari ide-ide baru dan meningkatkan kebugaran,” tambah Chivu. Ia pun menutup dengan peringatan bahwa Juventus akan bersuara musim ini. Karena itu, Inter tidak boleh lengah meski unggul secara mental dalam laga uji coba.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kemenangan Inter Milan atas Juventus di pramusim memang menghibur, tetapi Chivu memastikan timnya belum berada dalam kondisi terbaik. Kekhawatiran utama sang pelatih ada pada konsistensi performa, terutama di babak kedua. Dengan waktu yang tersisa sebelum Serie A dimulai, Inter masih punya kesempatan untuk menyempurnakan persiapan.
Ujian sesungguhnya baru akan dimulai saat Inter menjamu Monza pada 22 Agustus. Hasil positif di laga pembuka akan menjadi modal penting untuk menjaga momentum. Namun jika Chivu masih merasa timnya belum siap, publik Inter tentu berharap semua kekurangan itu segera ditemukan solusinya.
