Messi Akhirnya Melampaui Maradona di Mata Publik Argentina

Selama bertahun-tahun, publik Argentina enggan mengakui Lionel Messi sebagai pemain terbaik mereka. Mereka selalu membandingkannya dengan legenda Diego Maradona dan sering meragukan kemampuan Messi di panggung internasional. Kini, setelah dua dekade, Messi akhirnya berhasil melampaui Maradona dalam hati rakyat Argentina. Era baru sepak bola Argentina telah resmi dimulai.

Perbandingan Karakter dan Warisan antara Messi dan Maradona

Maradona bukan sekadar pesepakbola; ia adalah simbol Argentinidad — jati diri Argentina. Ia mewakili sisi brilian, angkuh, dan penuh gairah negara tersebut. Maradona berani berbicara tentang politik, agama, dan tokoh dunia seperti Fidel Castro atau Paus. Sebaliknya, Messi tumbuh di Argentina yang lebih lunak dan cenderung menghindari kontroversi. Kemampuan verbalnya terbatas, namun justru di situlah kekuatannya: ia menunjukkan identitas baru yang tenang namun mematikan di lapangan.

Maradona Maradona

Dalam analisisnya, filsuf dan pengamat sepak bola Argentina, Tomás Abraham, menyebut bahwa kekalahan Inggris atas Argentina di semifinal Piala Dunia lebih menyakitkan bagi Inggris dibanding “Tangan Tuhan” Maradona. “Mereka dikalahkan oleh tim yang lebih unggul dan sangat ingin mereka kalahkan,” ujarnya. Ini menandai pergeseran besar: Messi kini dianggap sebagai pemain yang melampaui Maradona dalam prestasi dan pengaruh.

Mengapa Argentina Akhirnya Menerima Messi?

Dulu, banyak warga Argentina meremehkan Messi. Mereka menganggapnya akan hancur saat menghadapi bek-bek keras di kompetisi Amerika Selatan. Namun setelah memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan tampil gemilang di berbagai turnamen, Messi berhasil mematahkan keraguan. Keberhasilannya membuat Argentina melupakan mitos Maradona dan mulai merangkul Messi sebagai ikon baru.

Kematian Maradona pada November 2020 juga turut mempercepat proses ini. Publik Argentina, yang merasa malu dengan keadaan tragis kematian sang legenda, perlahan mengalihkan perhatian ke Messi. Dukungan terhadap Messi menjadi cara untuk menutup lembaran lama dan membuka babak baru sepak bola Argentina.

Peran Kemenangan Atas Inggris

Kemenangan Argentina 2-1 atas Inggris di semifinal menjadi titik balik. Messi sendiri mendedikasikan kemenangan itu untuk Maradona: “Saya yakin Diego menikmati ini dari atas. Biarkan dia menikmatinya, ini hadiah untuknya juga.” Kalimat ini menunjukkan bahwa Messi tidak menolak warisan Maradona, melainkan membangun di atasnya.

Pendapat Para Tokoh Seputar Kehebatan Messi

Mariano Israelit, sahabat dekat Maradona, dengan jujur mengakui bahwa Messi kini melampaui Maradona. “Diego adalah yang terhebat… sampai titik tertentu. Tapi Messi telah melampauinya; apa yang diraih Messi tak tertandingi,” katanya. Ia juga mengkritik sikap Inggris yang terus meributkan “Tangan Tuhan” dengan mengingatkan bahwa satu-satunya gelar Inggris diraih lewat gol kontroversial di final 1966.

Sementara itu, Carlos Mac Allister—mantan rekan setim Maradona dan ayah Alexis Mac Allister—melihat perbedaan mendasar pada kehidupan pribadi keduanya. “Berkat Diego menjadi Diego, Messi bisa menjadi Messi hari ini. Dengan memahami apa yang terjadi, Messi mampu membawa permainan ke level berikutnya,” jelasnya.

Tim Argentina Kini Bukan Lagi Tim Satu Orang

Jika dulu Argentina sangat bergantung pada Messi, kini skuad asuhan Lionel Scaloni telah bangkit. Mac Allister menekankan bahwa Argentina sebelumnya hanya bermain 60% dari kapasitas, tetapi saat melawan Inggris mereka tampil 90%. “Melawan Spanyol nanti kami harus 100%. Yang jelas, kami bermain dengan hati dan jiwa, tapi sebelumnya kurang sentuhan halus. Kini tidak lagi—Argentina mendominasi Inggris,” ujarnya.

Komentator Uruguay, Emiliano Hernández Pereyra, yang frustrasi dengan kegagalan negaranya, mengakui bahwa Argentina membuat iri. “Mereka punya sesuatu yang tidak dimiliki tim lain,” katanya. Kecemburuan itu justru menegaskan bahwa Argentina telah menemukan identitas baru bersama Messi.

Kesimpulan: Messi Kini Menjadi Simbol Baru Argentina

Pergeseran dari Maradona ke Messi bukan sekadar soal prestasi di atas lapangan. Ini tentang perubahan identitas nasional. Maradona dulu mewakili Argentina yang brilian namun penuh kontroversi. Messi mewakili Argentina yang lebih tenang, profesional, dan mampu beradaptasi dengan sepak bola modern. Messi telah melampaui Maradona bukan hanya dalam hal trofi, tetapi juga dalam hati rakyatnya. Kini, ketika berbicara tentang Argentina, dunia tidak lagi hanya mengingat “Tangan Tuhan”, melainkan juga si jenius mungil dengan kaki ajaib yang akhirnya diterima sepenuhnya oleh bangsanya sendiri.