Mikel Arteta menilai Pep Guardiola sebagai pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola. Manajer Arsenal itu melontarkan pujian setinggi langit untuk mantan koleganya tersebut jelang laga Community Shield yang mempertemukan The Gunners dengan Manchester City. Ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya sejak menangani Arsenal, Arteta akan berhadapan dengan manajer City selain Guardiola.
Guardiola memutuskan mengakhiri masa baktinya sebagai manajer City pada akhir musim lalu. Ia menutup periode yang sarat trofi dengan mempersembahkan Piala FA dan Piala EFL di musim terakhirnya. Bagi Arteta, kepergian Guardiola meninggalkan kesan mendalam, terutama karena pengaruhnya yang begitu besar terhadap perkembangan Liga Premier Inggris.


Arteta Sebut Guardiola Pelatih Terbaik dalam Sejarah Sepak Bola
Arteta mengaku tidak akan pernah cukup untuk memuji segala hal yang telah dilakukan Guardiola selama berkarier di Inggris. “Bagi Liga Premier, bagi negara ini, saya pikir dia telah membuka cara pandang yang berbeda dalam memahami permainan,” ujar Arteta. “Dia telah membawa Liga Premier ke level yang berbeda.”
Arteta juga menyoroti standar baru yang dihadirkan Guardiola di kompetisi kasta tertinggi Inggris. “Dia membawa standar yang berbeda ke liga ini yang belum pernah kami saksikan sebelumnya,” ungkapnya. “Saya sangat beruntung menjadi bagian dari itu dan memahami serta menyaksikan bagaimana itu dijalankan setiap hari. Saya pikir itu luar biasa.”
Puncaknya, Arteta tanpa ragu menyematkan predikat tertinggi untuk Guardiola. “Bagi saya, dia adalah pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola,” tegasnya. “Dia akan dirindukan di Liga Premier, tetapi saya tidak tahu apakah para pelatih akan merindukannya,” ujar Arteta dengan nada bercanda.
Rekor Pertemuan Arteta dan Guardiola: City Unggul 11 Kemenangan
Sepanjang karier kepelatihannya di Arsenal, Arteta telah berhadapan dengan Guardiola sebanyak 18 kali di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, Guardiola unggul telak dengan mengoleksi 11 kemenangan, sementara empat laga lainnya berakhir imbang. Arsenal sendiri hanya mampu memenangkan tiga pertemuan di antaranya.
Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada April lalu, ketika City menang 2-1 dalam laga Liga Premier. Meskipun kalah di pertemuan pamungkas itu, Arteta tetap sukses mempersembahkan gelar juara Liga Premier pertamanya bagi Arsenal pada musim lalu. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Arteta mampu bersaing dengan mantan mentornya di papan atas sepak bola Inggris.
Dampak Besar Guardiola bagi Liga Premier dan Para Pelatih
Bagi Arteta, pengaruh Guardiola tidak hanya terasa di dalam tim Manchester City, melainkan juga di seluruh ekosistem sepak bola Inggris. Ia menilai Guardiola telah mendorong semua pelatih dan tim untuk berpikir serta bekerja dengan cara-cara baru. Hal inilah yang kemudian membuat semua pihak di Liga Premier menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Arteta juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengalaman berharga yang pernah ia dapatkan saat bekerja bersama Guardiola. “Saya berutang budi padanya atas waktu yang saya habiskan di sana. Itu luar biasa,” ujarnya. “Saya pikir dia telah menaikkan standar semua pelatih dan tim untuk berpikir dan bekerja dengan cara berbeda, dan itu membuat kita semua menjadi lebih baik.”
Pujian tersebut datang bukan tanpa alasan. Arteta menghabiskan waktu cukup lama sebagai asisten Guardiola di City sebelum akhirnya memutuskan menangani Arsenal. Pengalaman itu menjadi fondasi penting bagi Arteta dalam membangun gaya bermain dan filosofi kepelatihannya sendiri.
Tantangan Baru Arteta Hadapi City Tanpa Guardiola
Dengan kepergian Guardiola, Manchester City kini berada di bawah arahan Enzo Maresca. Arteta mengaku mengenal Maresca dengan baik dan meyakini bahwa pelatih asal Italia itu akan membawa warna berbeda untuk City. “Sekarang ini Enzo [Maresca], yang saya kenal baik dan dia akan memberikan sesuatu yang berbeda untuk klub,” ujar Arteta.
Laga Community Shield akhir pekan ini menjadi ujian perdana bagi Arteta untuk membuktikan diri menghadapi City versi anyar. Meskipun Guardiola tidak lagi duduk di bangku cadangan, City tetap menjadi lawan berat yang tidak bisa diremehkan. Arsenal pun tentu ingin memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan trofi pertama di awal musim.
Rekor Arsenal di Community Shield saat Hadapi City
Arsenal memiliki catatan sempurna melawan Manchester City di Community Shield. Dari tiga pertemuan sepanjang sejarah, The Gunners selalu keluar sebagai pemenang. Pada 1934 mereka menang telak 4-0, kemudian mengulang kemenangan dengan skor 3-0 pada 2014, dan terakhir menang lewat adu penalti 4-1 setelah bermain imbang 1-1 pada 2023.
Arteta sendiri memiliki hubungan spesial dengan ajang pembuka musim ini. Sebagai pemain, ia memenangkan Community Shield pada 2014 dan 2015 bersama Arsenal. Sebagai manajer, ia juga sukses meraih gelar pada 2020 dan 2023, dengan dua kemenangan tersebut sama-sama lahir melalui drama adu penalti.
Sementara itu, akun resmi Arsenal mengabarkan bahwa Arteta melihat semangat dan rasa lapar yang besar dalam skuadnya jelang laga nanti. Arsenal tentu berharap bisa memperpanjang dominasi mereka atas City di ajang Community Shield. Terlebih, kemenangan di laga ini akan menjadi modal mental yang penting sebelum bersaing di Liga Premier musim baru.
Pujian Arteta terhadap Guardiola menunjukkan betapa besarnya pengaruh pelatih asal Spanyol itu terhadap perjalanan kariernya. Namun, kini fokus Arteta dan Arsenal harus tertuju pada tantangan baru melawan City asuhan Maresca di Community Shield. Kemenangan di laga ini tentu menjadi modal berharga untuk mengawali musim dengan percaya diri.
Terlepas dari siapa pelatih yang duduk di bangku cadangan City, persaingan antara Arsenal dan Manchester City diprediksi masih akan berjalan sengit. Kombinasi antara rasa hormat kepada masa lalu dan ambisi untuk masa depan membuat laga nanti layak dinantikan. Arsenal pun siap menunjukkan bahwa mereka layak bersaing di papan atas, dimulai dengan gelar perdana musim ini.
