Akankah Pocognoli Ganti Kiper usai Performa Angus Gunn?

Pelatih kepala Skotlandia, Sebastien Pocognoli, kini menghadapi pertanyaan besar soal posisi kiper utama menyusul performa Angus Gunn yang dinilai jauh dari memuaskan saat timnya kalah 3-0 dari Swiss di Hampden Park. Kekalahan itu terjadi pada laga kandang pertama Pocognoli sebagai pelatih, dan membuat nama Gunn jadi sasaran kritik publik maupun kalangan pundit. Dua dari tiga gol yang bersarang di gawangnya dianggap sebagai kesalahan yang seharusnya bisa dihindari oleh kiper level internasional.

Pocognoli Pocognoli
(FILES) Monaco’s Belgian head coach Sebastien Pocognoli reacts after losing the UEFA Champions League play-off second leg football match between Paris Saint-Germain (PSG) and AS Monaco at the Parc des Princes stadium in Paris on February 25, 2026. AS Monaco announced on June 1, 2026, that it had terminated the contract of Belgian coach Sébastien Pocognoli, who had been in charge since October 2025. (Photo by Thomas SAMSON / AFP)

Laga tersebut sebenarnya sudah berjalan berat sejak menit ke-11, ketika Jack Hendry menerima kartu merah karena menghalangi peluang mencetak gol Dan Ndoye. Dalam kondisi bermain dengan sepuluh pemain, Skotlandia kehilangan kendali pertandingan, dan sorotan akhirnya bermuara pada sosok Gunn di bawah mistar. Pertanyaannya sekarang: apakah Pocognoli akan melakukan perubahan di posisi penjaga gawang untuk dua laga Nations League berikutnya melawan Makedonia Utara dan Slovenia?

Jalannya Laga Skotlandia vs Swiss: Kartu Merah Hendry dan Tiga Gol di Hampden

Masalah Skotlandia dimulai ketika Hendry diganjar kartu merah pada menit ke-11 karena dianggap menghalangi Dan Ndoye yang sedang menuju peluang emas. Wasit Nenad Minakovic awalnya memberikan penalti kepada Swiss, namun keputusan itu berubah setelah tinjauan VAR menjadi tendangan bebas di tepi kotak penalti. Skotlandia sempat menghela napas karena hukuman yang lebih ringan, tetapi kelegaan itu hanya bertahan sebentar.

Dari situasi bola mati itu, Ricardo Rodriguez melepaskan tembakan keras yang melewati Gunn di sisi penjaga gawangnya sendiri. Gol pembuka tersebut menjadi pukulan telak karena datang tak lama setelah Skotlandia merasa mendapatkan “hadiah” dari keputusan VAR. Momentum pertandingan pun sepenuhnya berpindah ke tangan Swiss setelahnya.

Swiss menambah keunggulan melalui Nico Elvedi yang menyelesaikan umpan silang Ndoye, sebelum Zeki Amdouni membuat skor menjadi 3-0 lewat tembakan yang menembus kedua tangan Gunn dan masuk tinggi ke dalam gawang. Swiss akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan nyaman, sementara Skotlandia harus menerima hasil pahit di hadapan pendukung sendiri. Tiga gol itu lahir dari rangkaian situasi yang menunjukkan rapuhnya pertahanan Skotlandia setelah kehilangan satu pemain.

Performa Angus Gunn Jadi Sorotan: Dua Gol yang Dipersoalkan Pundit

Kritik paling tajam datang dari pundit Sportsound, Andy Halliday, yang sejak awal mengaku tidak pernah menjadi pembela besar para kiper. Menurutnya, penampilan Gunn dalam laga itu menuntut evaluasi serius. “Saya tidak pernah menjadi pembela besar kiper dan saya mengharapkan lebih dari Angus Gunn,” ujarnya, menggambarkan kekecewaan atas kontribusi kiper berusia 30 tahun tersebut.

Soal gol pertama, Halliday menilai tembakan Rodriguez berada di ketinggian bahu dan tidak memiliki kecepatan yang luar biasa. Baginya, situasi seperti itu semestinya bisa diantisipasi dengan lebih baik oleh seorang kiper internasional. “Setinggi bahu dan tidak terlalu cepat. Bagi saya itu sangat buruk dari Angus Gunn,” katanya menambahkan.

Sementara itu, mantan penyerang Skotlandia, James McFadden, menyoroti gol ketiga yang dilepaskan Amdouni. Ia mengakui bahwa tembakan itu keras, tetapi tetap berpendapat bahwa Gunn seharusnya mampu menahannya. “Saya tahu itu tembakan yang keras, tapi itu bola yang bisa dihalau Angus Gunn,” ujar McFadden. Dua penilaian itu memperkuat kesan bahwa kiper San Jose Earthquakes tersebut gagal tampil sesuai ekspektasi di laga penting.

Perlu dicatat, Gunn tetap mencatatkan beberapa penyelamatan cerdas atas peluang Ndoye di sekitar babak pertama dan kedua. Aksi-aksi itu mencegah Swiss menutup pertandingan lebih cepat dari yang sebenarnya terjadi. Namun, penyelamatan tersebut tidak cukup untuk menutupi kesalahan pada dua gol yang membuatnya jadi bahan perbincangan utama.

Latar Belakang: Siapa Pesaing Angus Gunn di Posisi Kiper Skotlandia?

Gunn bukanlah nama baru di skuad Skotlandia. Ia memulai ketiga laga di Piala Dunia dengan mengalahkan persaingan dari Liam Kelly dan Craig Gordon, sebuah kepercayaan yang menunjukkan posisinya cukup kuat di mata tim pelatih. Namun, kehadiran Gordon di skuad pada usia 43 tahun justru menyoroti minimnya pilihan berkualitas lain yang benar-benar bersaing memperebutkan jersey nomor satu.

Untuk kampanye Nations League kali ini, Scott Bain dari Falkirk masuk menggantikan Gordon yang telah pensiun dari tim nasional. Meski demikian, ada kesan bahwa Skotlandia tidak lagi seberlimpah dulu dalam hal stok kiper berkualitas. Keterbatasan ini membuat pilihan Pocognoli di posisi tersebut tidak seleluasa yang dibayangkan banyak orang.

Halliday menilai tidak ada kiper yang benar-benar “mendobrak pintu” untuk merebut posisi Gunn, terutama karena banyak di antara mereka yang jarang bermain di level klub. Karena itu, ia menilai Gunn untuk sementara masih layak menyandang status kiper utama. Menurutnya, tidak ada alasan mendesak bagi Pocognoli untuk melakukan perubahan drastis pada laga berikutnya.

Akankah Pocognoli Mengganti Kiper untuk Laga Berikutnya?

Skotlandia dijadwalkan menghadapi Makedonia Utara pada Sabtu dan Slovenia pada Selasa, dua laga yang akan menjadi ujian berikutnya bagi keputusan Pocognoli. Jika ia mempertahankan Gunn, artinya pelatih asal Belgia itu masih percaya pada kiper yang dianggap bertanggung jawab atas dua dari tiga gol ke gawang Skotlandia. Sebaliknya, mengganti kiper di tengah rangkaian laga berisiko menambah ketidakstabilan di lini pertahanan.

Halliday sendiri menilai Gunn memang layak menjadi nomor satu saat ini, tetapi ia mengakui ada perbedaan rasa aman jika dibandingkan dengan generasi kiper sebelumnya. Ia menyebut nama-nama seperti Craig Gordon, Allan McGregor, David Marshall, Jim Leighton, dan Andy Goram sebagai pembanding. “Anda tidak akan merasa sepercaya diri dengan Angus Gunn di bawah mistar seperti ketika ada mereka,” katanya.

Dalam pandangannya, kiper-kiper era sebelumnya kemungkinan besar mampu menyelamatkan gol pertama dan ketiga yang bersarang ke gawang Skotlandia malam itu. Meski ia mengakui mungkin berada di minoritas untuk penilaian gol ketiga, argumennya menggambarkan standar tinggi yang sudah terbentuk selama 20-25 tahun terakhir. Standar warisan itulah yang kini membebani setiap kiper Skotlandia, termasuk Gunn.

Konteks Lebih Luas: Warisan Kiper Skotlandia dan Jawaban Angus Gunn

Tekanan pada Gunn tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang posisi kiper di tim nasional Skotlandia. Selama lebih dari dua dekade, Skotlandia terbiasa diperkuat kiper-kiper yang tampil di level tertinggi dan menjadi figur yang bisa diandalkan di momen krusial. Ketika generasi tersebut berakhir, muncul kesenjangan ekspektasi yang membuat setiap kesalahan terasa jauh lebih besar.

Gunn sendiri mengakui bahwa ia tidak puas dengan hasil pertandingan dan akan mengevaluasi penampilannya. “Tembakan-tembakan itu bagus, tapi sebagai kiper saya selalu kecewa setiap kali kebobolan,” ujarnya kepada media setelah laga. Ia menegaskan akan melihat kembali rekaman dan mencari tahu apa yang bisa diperbaiki untuk pertandingan berikutnya.

Mengenai gol pertama dari tendangan bebas Rodriguez, Gunn menjelaskan bahwa situasi bola mati sedekat itu memang menuntut perlindungan sisi gawang yang maksimal. Ia mengaku menahan posisi sebaik mungkin, tetapi terlambat melihat arah bola. “Saya mungkin akan kecewa dan berusaha menjadi lebih baik untuk laga berikutnya,” tambahnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Gunn menyadari kritik yang mengarah padanya dan tidak menutup diri dari evaluasi. Yang belum jelas adalah apakah Pocognoli menempuh langkah yang sama dalam menilai posisi kiper utamanya. Dua laga berikutnya akan menjadi jawaban paling nyata atas pertanyaan tersebut.

Kesimpulan

Kekalahan 3-0 dari Swiss meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Pocognoli, terutama di sektor penjaga gawang. Performa Angus Gunn menjadi sorotan karena dua dari tiga gol dinilai bisa diantisipasi lebih baik, sementara pilihan pengganti di skuad dinilai belum cukup kuat untuk mendesak posisinya. Warisan kiper besar Skotlandia dari era Gordon hingga Goram turut memperbesar beban ekspektasi yang harus ditanggungnya.

Dengan laga melawan Makedonia Utara dan Slovenia sudah menanti, keputusan soal siapa yang berdiri di bawah mistar akan menjadi salah satu sorotan utama. Gunn sendiri telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki diri, dan kini bola berada di tangan Pocognoli untuk menentukan arah kebijakan kiper timnya.