Timnas Irlandia Wanita dipastikan akan menurunkan kembali dua pemain seniornya, Katie McCabe dan Denise O’Sullivan, pada leg kedua babak play-off Piala Dunia melawan Kazakhstan di Pairc Ui Chaoimh, Cork. Kepastian itu disampaikan langsung oleh pelatih Carla Ward, meski Irlandia sudah memegang keunggulan telak 8-0 dari pertemuan pertama di Astana. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa Ward tidak ingin timnya sekadar mengamankan hasil, tetapi tetap tampil dengan kekuatan terbaik.
Kabar ini penting karena McCabe dan O’Sullivan absen pada leg pertama dengan alasan yang berbeda. McCabe harus menjalani hukuman larangan bermain, sementara O’Sullivan tidak ikut dalam perjalanan jauh ke Kazakhstan karena pertandingan digelar di lapangan sintetis. Meski tiket ke babak final play-off melawan Belgia atau Polandia nyaris pasti, Ward tetap memilih memasukkan kembali dua pemain berpengalaman tersebut.


McCabe dan O’Sullivan Kembali ke Starting Line-up
Ward menegaskan bahwa keputusannya memainkan McCabe dan O’Sullivan bukan sekadar formalitas. Menurutnya, kedua pemain itu akan tampil dan memberi kontribusi nyata bagi Irlandia pada laga di Cork. Ia bahkan menyebut keduanya sebagai dua pemain terhebat yang pernah dimiliki Irlandia dan layak masuk ke tim mana pun di dunia.
“Katie dan Denise akan bermain, saya ingin sangat jelas soal itu,” ujar Ward. “Kami akan mencoba meningkatkan level lagi, kami ingin tampil agresif, kami ingin lebih baik, dan mereka berdua bisa dibilang dua pemain terhebat Irlandia sepanjang masa, jadi kenapa mereka tidak dimainkan lagi?”
Alasan Ward sederhana namun tegas. Menurutnya, selama kedua pemain dalam kondisi fit dan siap, tidak ada alasan untuk menahan mereka di bangku cadangan. Sikap itu menunjukkan bahwa ia menilai menjaga ritme dan kualitas permainan jauh lebih penting daripada sekadar mengistirahatkan pemain karena keunggulan agregat yang sudah besar.
Keunggulan 8-0 dan Rotasi yang Berhasil
Pada leg pertama di Astana, Ward terpaksa tampil tanpa O’Sullivan, McCabe, dan Marissa Sheva yang juga terkena hukuman. Meski begitu, Irlandia tetap mengamuk dan mencetak delapan gol tanpa balas ke gawang tuan rumah. Kyra Carusa menyumbang dua gol, sedangkan Chloe Mustaki, Emily Murphy, Abbie Larkin, Jamie Finn, Shanade Hopcroft, dan Jessie Stapleton masing-masing mencatatkan nama di papan skor.
Kazakhstan semakin sulit bangkit setelah kapten mereka, Yulia Myasnikova, mendapat kartu merah pada menit ke-33. Bermain dengan sepuluh pemain membuat tuan rumah kewalahan menghadapi tekanan Irlandia sepanjang pertandingan. Hasil itu praktis membuat langkah Irlandia ke babak final play-off tinggal menunggu waktu.
Ward mengaku senang dengan cara pemain pengganti memanfaatkan kesempatan yang terbuka. Ia menilai penampilan Finn dan Larkin sebagai bukti bahwa kedalaman skuad Irlandia kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Kondisi ini dinilai penting karena ujian yang menanti di babak final play-off akan jauh lebih berat.
Kompetisi Internal dan Kualitas Skuad Irlandia
Bagi Ward, persaingan memperebutkan tempat di starting line-up adalah salah satu kekuatan utama timnya saat ini. Ia mengungkapkan bahwa dirinya membicarakan hal itu kepada para pemain, dan menilai kompetisi yang sehat di setiap posisi sebagai perkembangan positif. Menurutnya, Jamie Finn tampil luar biasa ketika diberi kesempatan, dan skuad Irlandia secara keseluruhan berada dalam kondisi yang solid.
Ward juga berbicara banyak soal budaya tim yang erat, tetapi ia menekankan bahwa Irlandia kini bukan hanya tim yang kuat secara kebersamaan. Ia menyebut timnya sebagai tim sepak bola yang benar-benar bagus, dan itu menjadi fondasi penting untuk menghadapi laga-laga besar berikutnya. Persaingan antar pemain, seperti Finn yang menekan posisi O’Sullivan, dianggapnya sebagai hal yang menguntungkan.
“Saya katakan kepada para pemain pagi ini, bagus sekali kami punya persaingan kuat di semua lini sekarang. Jamie masuk dan tampil sangat baik, dan kami punya grup yang benar-benar bagus,” kata Ward. “Kami berada di posisi yang bagus karena kami bukan lagi sekadar tim yang dibangun di atas budaya, kami adalah tim sepak bola yang sangat bagus.”
Rekor di Pairc Ui Chaoimh dan Kembalinya O’Sullivan
Laga di Cork punya makna tersendiri bagi Irlandia. Mereka telah memenangi tiga pertandingan yang dimainkan di Pairc Ui Chaoimh, termasuk kemenangan dramatis 3-2 atas Belanda pada awal tahun ini. Rekor sempurna di venue tersebut menjadi alasan tambahan bagi Ward untuk tetap menurunkan kekuatan terbaiknya.
Bagi O’Sullivan, yang berasal dari Cork, bermain di hadapan pendukung sendiri adalah momen istimewa. Ia melewatkan laga melawan Belanda karena sanksi, sehingga kesempatan kali ini terasa seperti kembalinya ia ke rumah. Laga tersebut juga berpotensi menjadi penampilan internasionalnya yang ke-133, hanya terpaut satu caps dari rekor Emma Byrne.
“Saya sangat suka bermain di sini. Sangat spesial, keluarga saya ada di sini, banyak orang yang tumbuh besar bersama saya dan jelas mendukung saya, seluruh Cork mendukung saya sepanjang karier,” ujar O’Sullivan. “Senang bisa kembali ke sini, dan tim, Carla, semuanya senang bermain di Cork. Suasananya benar-benar bagus, semua orang datang dan tidak berhenti mendukung dari menit pertama sampai menit ke-90.”
Manajemen Beban dan Ambisi O’Sullivan
Keputusan meninggalkan O’Sullivan di rumah saat tim bertandang ke Kazakhstan sempat membuat pemain berusia 32 tahun itu tidak senang. Ward mengungkapkan hal tersebut secara terbuka, tetapi ia menilai keputusan itu perlu diambil. O’Sullivan sendiri mengaku memahami alasannya, terutama karena ia telah bergelut dengan masalah lutut selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
Meski begitu, O’Sullivan menegaskan bahwa ia selalu ingin mengenakan seragam Irlandia setiap kali ada kesempatan. Ia tetap menghargai sikap Ward dan staf pelatih yang berani menahannya demi menjaga kondisi fisiknya. Baginya, keputusan tersebut adalah bentuk perhatian agar ia bisa tampil lebih lama di level internasional.
“Saya ingin mengenakan seragam Irlandia setiap kali ada kesempatan, tetapi saya juga melihatnya sebagai bentuk penghargaan kepada Carla dan staf karena berani bersikap tegas dan tidak mengizinkan saya pergi, karena selama satu setengah tahun terakhir saya punya beberapa cedera lutut,” ujarnya. “Pada akhirnya saya harus menerima itu, dan kami punya tim yang luar biasa yang tampil sangat profesional di sana. Mereka menyelesaikan tugasnya. Ketika tim menang dan tampil bagus, saya bahagia.”
Langkah Berikutnya Menuju Piala Dunia
Dengan keunggulan agregat yang sangat besar, fokus Irlandia sebenarnya sudah mengarah ke babak final play-off melawan Belgia atau Polandia. Pertandingan di Cork menjadi kesempatan bagi Ward untuk mengembalikan ritme pemain intinya sebelum menghadapi lawan yang jauh lebih tangguh. Target Irlandia adalah lolos ke dua Piala Dunia secara beruntun, sesuatu yang belum pernah mereka capai sebelumnya.
Kehadiran kembali McCabe dan O’Sullivan memberi Ward lebih banyak pilihan taktik, terutama di lini serang dan penguasaan bola. Keduanya merupakan pemain dengan pengalaman panjang di level internasional dan terbiasa menghadapi tekanan pertandingan besar. Kombinasi antara pemain senior dan para pemain muda yang sedang menanjak menjadi modal penting bagi Irlandia.
Setelah laga kontra Kazakhstan, perhatian publik sepak bola Irlandia akan beralih ke undian dan persiapan menghadapi Belgia atau Polandia. Dua tim tersebut jelas memiliki kualitas berbeda dibanding Kazakhstan, sehingga kedalaman skuad yang dibanggakan Ward akan benar-benar diuji. Namun, dengan skuad yang sehat dan persaingan internal yang ketat, Irlandia punya alasan untuk percaya diri melangkah lebih jauh.
Secara keseluruhan, keputusan Ward menurunkan McCabe dan O’Sullivan di leg kedua menunjukkan bahwa ia tidak ingin mengendurkan standar meski hasil sudah nyaris aman. Keunggulan 8-0 dari leg pertama memberi ruang untuk bereksperimen, tetapi Ward memilih tetap menampilkan kekuatan terbaik demi menjaga momentum dan ritme tim. Langkah itu sekaligus menjadi pesan bahwa Irlandia serius mengejar tiket ke Piala Dunia.
Kini yang tersisa adalah membuktikan bahwa kualitas skuad, persaingan sehat di dalam tim, dan dukungan penuh dari publik Cork bisa diubah menjadi hasil positif. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Irlandia akan melangkah ke babak final play-off dengan modal kepercayaan diri yang tinggi.
