Bruce Arena buka suara soal performa lini pertahanan San Jose Earthquakes yang belakangan ini terus menjadi sorotan. Pelatih asal Amerika Serikat itu mengakui timnya tampil sangat buruk dalam bertahan, tetapi ia menegaskan tidak panik melihat posisi timnya di klasemen. Pernyataan ini disampaikan jelang laga panas melawan LA Galaxy dalam lanjutan Major League Soccer (MLS).
San Jose Earthquakes hanya memetik satu kemenangan dari sembilan laga MLS terakhir, dengan tiga hasil imbang dan lima kekalahan. Lebih mengkhawatirkan lagi, gawang mereka sudah kebobolan 12 gol dalam empat pertandingan terakhir. Padahal, awal musim ini sangat menjanjikan karena tim asuhan Arena hanya menelan satu kekalahan dalam 10 laga pembuka.


Bruce Arena Akui Pertahanan San Jose Earthquakes Sangat Buruk
Bruce Arena tidak menutup mata terhadap rentetan hasil negatif yang dialami San Jose Earthquakes. Ia secara blak-blakan menyebut timnya sangat payah dalam bertahan secara kolektif. “Secara kolektif, kami sangat buruk di sisi pertahanan. Tidak ada keraguan tentang itu,” ujar Arena.
Menyoal kekalahan 1-3 dari St. Louis City SC, Arena membeberkan detail kesalahan yang terjadi di laga tersebut. Pada gol pertama, para pemainnya gagal melakukan penjagaan terhadap pergerakan pemain lawan. Gol kedua disebutnya bermasalah di antisipasi awal atau penyelamatan kiper, sementara gol ketiga merupakan kesalahan absolut dari lini belakang dan kiper.
“Kami pantas menerima kekalahan telak. Namun, kami tidak panik soal klasemen,” tegas mantan pelatih timnas Amerika Serikat itu. Ia menegaskan bahwa perbaikan menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar posisi di tabel.
Posisi Aman tapi Tren San Jose Earthquakes Mengkhawatirkan
Meski tren negatif, San Jose Earthquakes masih bertahan di posisi keempat klasemen Wilayah Barat. Mereka hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen, Vancouver Whitecaps. Ini berkat start luar biasa pada awal musim ketika mereka menuai sembilan kemenangan dari 10 laga pertama.
Namun, pola permainan belakangan ini menunjukkan tanda bahaya yang patut diwaspadai. San Jose Earthquakes tercatat hanya menang sekali dalam sembilan laga reguler terakhir. Padahal, sebelumnya mereka memenangi sembilan dari 10 pertandingan pembuka musim.
Fakta menarik lain juga terungkap: San Jose Earthquakes mencatatkan clean sheet dalam lima dari enam pertandingan pertama musim ini. Akan tetapi, sejak saat itu, mereka selalu kebobolan dalam 13 laga reguler beruntun. Ini menunjukkan bahwa masalah pertahanan bukan sekadar kebetulan, melainkan tren yang perlu segera dibenahi Arena.
LA Galaxy Juga Sedang Terpuruk
Di sisi lain, LA Galaxy sedang berjuang keras di dasar klasemen Wilayah Barat. Mereka berada di posisi ke-13 dengan 22 poin dari 20 pertandingan dan sudah enam laga tanpa kemenangan, yakni tiga imbang dan tiga kalah. Terakhir, mereka takluk 0-1 dari Houston Dynamo dengan catatan memalukan: tidak satu pun dari sembilan tembakan mereka mengarah ke gawang.
Pelatih Greg Vanney kini berada di bawah tekanan besar dan berharap timnya tampil lebih efisien di sepertiga akhir lapangan saat menghadapi San Jose Earthquakes. “Ini soal efisiensi ketika kami masuk ke momen final. Kami sempat berada di posisi yang bagus di awal-awal pertandingan, tapi saya merasa kami tidak efisien pada momen-momen itu. Dan begitu kami bermain dengan 10 orang, segalanya makin sulit,” ujar Vanney.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Galaxy untuk memutus tren negatif, meski catatan mereka belum menggembirakan. Dalam 18 laga terakhir di semua kompetisi, mereka hanya menang empat kali. Dari jumlah itu, hanya satu kemenangan yang terjadi di kandang, yakni saat mengalahkan Real Salt Lake 2-1 pada 26 April.
Dua Pemain yang Wajib Dipantau di California Clasico
Ada dua nama yang menarik untuk disorot dalam laga nanti, satu dari masing-masing tim. Dari kubu LA Galaxy, Kyogo Furuhashi menjadi tumpuan di lini depan meski ia masih mencari gol pertamanya sejak bergabung dari Birmingham City. Dalam kekalahan dari Houston, ia melepaskan tiga tembakan dengan total expected goals (xG) 0,3, tetapi belum ada satu pun yang menemui sasaran.
Sementara itu, dari kubu San Jose Earthquakes, Beau Leroux layak menjadi perhatian utama. Penyerang muda ini mencetak gol kedelapannya di musim reguler MLS saat timnya kalah 3-1 dari St. Louis City SC, dan enam di antaranya lahir dari luar kotak penalti. Sejak debutnya di MLS musim lalu, hanya ada empat pemain yang mencetak lebih banyak gol dari luar kotak, yaitu Evander (16 gol), Lionel Messi (12), Martin Ojeda (tujuh), dan Sebastian Berhalter (tujuh).
Prediksi California Clasico: Imbang?
California Clasico selalu menyajikan duel yang ketat dan sulit ditebak. Secara historis, LA Galaxy hanya kalah sekali dalam 11 edisi terakhir laga ini, dengan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Namun, San Jose Earthquakes tercatat tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir, dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Jika menilik performa terkini, kedua tim sama-sama sedang tidak konsisten. San Jose Earthquakes juga belum pernah melalui empat pertandingan beruntun tanpa kekalahan melawan Galaxy di semua kompetisi sejak periode Mei hingga November 2012. Adapun laga ini dijadwalkan berlangsung di tengah pekan sebagai bagian dari dua pertandingan beruntun San Jose Earthquakes, yang kemudian akan menghadapi Minnesota United pada akhir pekan.
Data Opta memberikan peluang kemenangan LA Galaxy sebesar 39,4 persen, sedangkan San Jose Earthquakes 34 persen, dan peluang hasil imbang 26,6 persen. Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama rapuh, hasil imbang bukanlah prediksi yang terlalu berlebihan.
Laga ini jelas menjadi ujian penting bagi kedua pelatih. Bruce Arena harus segera menemukan solusi untuk kebocoran di lini pertahanan San Jose Earthquakes, sementara Greg Vanney wajib memperbaiki ketajaman timnya jika ingin keluar dari tekanan. Apa pun hasilnya, California Clasico kali ini akan menjadi tolok ukur seberapa cepat kedua tim mampu bangkit dari keterpurukan.
