FIFA resmi mengumumkan bahwa pendapatan dari Piala Dunia musim panas ini mencapai rekor pendapatan Piala Dunia sebesar $15 miliar (sekitar £11,2 miliar). Angka ini jauh melampaui target awal yang dipatok sebelum turnamen dimulai.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden FIFA Gianni Infantino kepada para asosiasi anggota pada Sabtu kemarin. Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu hanya memperkirakan pemasukan sekitar $11 miliar. Namun, lonjakan signifikan terjadi berkat beberapa faktor utama.
Rincian Pendapatan dan Sumber Utama
Menurut sumber internal, kenaikan pendapatan ini sebagian besar berasal dari sektor hospitality dan penjualan tiket, terutama melalui pasar sekunder yang harganya melambung tinggi. Di pasar sekunder, FIFA memungut komisi 15% dari pembeli dan 15% lainnya dari penjual. Sistem ini terbukti sangat menguntungkan.


Lonjakan dari Hospitality dan Tiket Sekunder
Paket hospitality premium dan tiket kelas atas menjadi penyumbang terbesar. Dengan harga yang terus naik karena permintaan tinggi, FIFA berhasil menggenjot pendapatan hingga melampaui ekspektasi. Ini menunjukkan daya tarik luar biasa Piala Dunia sebagai ajang olahraga sekaligus bisnis global.
Dampak Bagi FIFA dan Asosiasi Anggota
Dengan membengkaknya rekor pendapatan Piala Dunia, kemungkinan besar asosiasi sepak bola di berbagai negara akan menikmati bagian dari kue ini. Meski detail pembagian belum final, banyak pihak optimistis dana tambahan akan mengalir ke federasi lokal. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi pengembangan sepak bola di tingkat akar rumput.
Kondisi keuangan yang positif juga menjadi modal kuat bagi Gianni Infantino. Setelah melewati bulan yang penuh kontroversi selama turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, ia merasa posisinya semakin kokoh.
Kontroversi dan Dukungan untuk Infantino
Belum lama ini, FIFA mendapat kritik keras setelah dianggap tunduk pada tekanan Presiden AS Donald Trump terkait keputusan mencabut kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, saat melawan Paraguay di babak 16 besar. FIFA bersikeras bahwa keputusan diambil secara independen oleh komite disiplin, namun keresahan tetap terasa, terutama di kalangan federasi Eropa.
Meskipun demikian, Infantino telah menerima lebih dari 200 janji dukungan dari asosiasi anggota untuk pencalonan kembali dirinya pada Maret mendatang. Prospek dana tambahan dari rekor pendapatan Piala Dunia ini diperkirakan akan membuat beberapa federasi enggan menyuarakan ketidakpuasan secara terbuka.
Peluang Amerika Serikat Jadi Tuan Rumah Lagi
Keberhasilan finansial turnamen ini juga meningkatkan kemungkinan Amerika Serikat menjadi tuan rumah edisi mendatang. Piala Dunia berikutnya yang masih terbuka untuk penawaran adalah turnamen tahun 2038. Dalam sebuah resepsi pada Jumat, Trump menegaskan negaranya sangat antusias menjadi tuan rumah lagi. “Kalian harus memilih Amerika Serikat sekali lagi,” ujarnya. “Kali ini kita tinggalkan Kanada dan Meksiko.”
AS juga telah menjalin pembicaraan dengan FIFA tentang kemungkinan menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub pada tahun 2029.
Harga Paket VIP Final yang Fantastis
Pada Sabtu malam, paket VIP dan hospitality untuk final antara Spanyol dan Argentina yang digelar di New Jersey masih tersedia di portal tiket FIFA. Tiket untuk “trophy lounge” misalnya, dijual seharga $34.500 per orang. Angka tersebut mencerminkan betapa mahalnya pengalaman menonton langsung partai puncak bergengsi ini.
FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar mengenai data pendapatan dan harga tiket tersebut.
Kesimpulannya, rekor pendapatan Piala Dunia ini membuktikan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tidak hanya menjadi perayaan olahraga, tetapi juga mesin ekonomi yang luar biasa. Dengan pemasukan yang melonjak tajam, FIFA memiliki modal lebih besar untuk mengembangkan sepak bola global dan memperkuat posisi kepemimpinannya.
